Sabtu, 08 September 2007

Refreshing di Pantai Lamaru

Hari ini, kami dari Puskesmas Baru Ilir, tempat saya bekerja, jalan-jalan ke Lamaru bersama-sama. Ya, tujuannya sih untuk makan-makan bersama, tetapi mau mencari suasana lain, sekalian refreshing menjelang bulan puasa. Saya pergi sama anak-anak. Senang juga rasanya.

Kamis, 06 September 2007

Prajabatan

Info pertama, saya sudah menjadi pegawai negri sejak 2006 awal. Saya lulus bulan April, sayangnya saya menerima SK, orang tua bilangnya beslit, tepat dua hari setalah kelahiran anakku yang kedua, pas di hari ulang tahunku; hampir setahun kan?. Selanjutnya, prajabatan dimulai tanggal 6 sampe 28 Agustus kemarin. Sedih juga meninggalkan anak yang usianya baru lima bulan.
Sampai di tempat penggemblengan itu di hari pertama sorenya, di Asrama Haji Batakan di Balikpapan, kenangan pertama begitu menggoda. Ruanganku ada kipas angin ceiling-nya dua, tetapi tidak ada kipasnya hahaha. Ruangan yang begitu luas, dengan deretan ranjang susun, sangat berdebu. Untung saya bawa seprei sendiri, juga bantal. Suamiku langsung memilihkan ranjang di pojokan, biar ndak dekat sama ranjang lain yang berdempetan dua-dua.
Waktu prajabatan berlalu hari demi hari, banyak kenangan. Yang paling indah adalah saat kami bermain, seperti saat SMA atau kuliah dulu. Jika ada yang ngantuk di kelas, hukumannya jelas, harus menyanyi. Ada teman, ketika disuruh menyanyi, tanpa malu-malu dia menyanyikan lagi Kucing Garong hahahaha. Setelah melihat itu, saya akhirnya "kehilangan" syaraf malu juga. Pernah juga, seorang fasilitator menyuruh menyanyikan lagu daerah. Dia bilang, "coba nyanyikan lagu Bugis, itu loh, ada lagu Bugis yang saya senang sekali, lagunya......(lalu dia menyanyikan lagu Anakkukang)." Saya protes, "itu sih bukan lagu Bugis Pak, tapi lagu Makassar...he..he...". Fasilitator tak kalah pintar, "ah... yang penting lagu Sulawesi-lah...."
Setiap sore, anak-anakku, Jilwah dan Naya, akan datang menjenguk bersama Pua'nya (suamiku maunya dipanggil Pua', artinya Bapak dalam bahasa Mandar, Mandar banget gitu loh heheh). Cuman kadang saya komplen, jarang saya dibawakan oleh-oleh, kecuali minta. Kata suamiku, "minta dong, kita kan nggak tahu". Biasanya dia akan memalingkan muka setelah itu, menyembunyikan rasa bersalah....hehehehe....
Akhirnya, setelah sekian hari, aku "bebas" juga dari penggemblengan ini. Senang rasanya kembali ke rumah berkumpul sama anak-anak. Kata suamiku, "hidup rasanya lengkap ketika ada Bunda, jika Bunda pergi, ada yang hilang dari rumah ini". Saya jadi terharu juga dalam hati... Ternyata, Pua' dan anak-anakku merindukan saya. Selalu ya..!!